Filosofi Semut Hitam Trader


Beberapa yang dapat kita pelajari tentang semut:


1. Semut tidak pernah berhenti
* Jika Mereka menuju ke suatu tempat dan Anda mencoba untuk menghentikan mereka, mereka akan mencari cara lain.
* Mereka akan memanjat, mereka akan memanjat, mereka akan memanjat
* Mereka terus mencari cara lain

Pelajaran:
Untuk tidak pernah berhenti mencari cara untuk mencapai tempat yang seharusnya Anda tuju

2. Semut berpikir musim dingin sepanjang musim panas
* Anda tidak bisa begitu naif hingga berpikir musim panas akan berlangsung selamanya.
* Jadi semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka di tengah musim panas.
* Anda harus berpikir batu saat menikmati pasir dan matahari

Pelajaran:
Penting untuk realistis. Pikirkan dulu.

3. Semut berpikir musim dingin sepanjang musim panas
* selama musim dingin, semut mengingatkan diri mereka sendiri, “ini tidak akan bertahan lama; kita akan segera keluar dari sana ”
* Pada hari hangat pertama, semut keluar.
* jika berubah dingin lagi, mereka akan menyelam kembali, tetapi mereka akan keluar di hari hangat pertama

Pelajaran:
Tetap positif setiap saat

4. Semua yang kamu bisa bisa
* Berapa banyak yang akan dikumpulkan semut selama musim panas untuk mempersiapkan musim dingin?
* Semua yang dia mungkin bisa

Pelajaran:
Lakukan semua yang Anda bisa dan lebih banyak lagi


Kita sebagai trader bisa meniru apa yang sudah diajarkan oleh semut dan ada empat hal filosofi tersebut:
1. Jangan pernah menyerah
2. Lihat ke depan
3. Tetap positif
4. Lakukan semua yang Anda bisa

Jangan dibebani oleh sejarah, pergi & lakukan sesuatu yang luar biasa..

Seperti semut dan sesuai filosofi diatas, jadilah pribadi yang bijak sebagai trader seperti yang diajarkan oleh semut. Pakai cara berfikirnya yang biasa saja, tidak usah greedy/serakah 1 hari profit 50, 100, 500 bahkan 1000 dollar. karena suatu hari anda pasti berada di angka-angka ini.

Ketahui kemampuan kita, sadar modal kita berapa, kualitas tehnik kita di tingkat yang mana, cara mengelola menjemen kita sebaik apa. Baik itu manajemen waktu, resiko, uang dsb yang dibutuhkan sebagai trader.

Seperti fenomena gunung es banyak trader pada akhirnya hancur. Sedikit terlihat tapi banyak yang mengalami. Banyak hutang, sampai tidak berani pulang dan anda harus tau, semua di awali karena cara berfikir kita tentang trading yang salah dan banyak yang terjadi di trading forex adalah mengakibatkan trauma yang mendalam dan menyalahkan forex itu sendiri, semuanya kembali ke Mindset.

Belajar dari filosofi seekor semut, ingat seekor semut. Seekor semut salah satu binatang paling rajin dan paling disiplin. Percaya atau tidak dia akan mengumpulkan makanan remah-remah roti untuk di kumpulkan menjadi perbendaharaan makanan di sarangnya. Mungkin hanya sedikit/secuil roti tapi semut setia dan tidak pernah menyerah untuk melihat visi hari depan yang lebih baik.

Sama dengan profit kita mungkin remeh dan hanya profit kecil yang disesuaikan dengan money management kita, tapi kalau itu di kumpulkan dengan rajin maka akun kita akan semakin banyak, banyak persediaan untuk di WD. 
Lihatlah, pekerja keras kuli bangunan buruh harian lepas bahkan pekerja kantoran karyawan tulen, berangkat jam 8 pagi, pulang jam 5 sore, kadang sampai tidak pulang karna lembur.
Lihatlah orang yg jualan, berangkat pagi pulang sore, hasilnya pun tak seberapa, kadang banyak, kadang sedikit. Paling tidak kembali modal asal tidak rugi.

Kita sebagai trader, hanya butuh 10 menit untuk sabar menunggu momentum yg bagus, paling lama katakan 30 menit kita sudah dapat 10 dolar, andai perdolar Rp 14000 kita sudah dapat 140.000, apakah masih kurang? yakiiin?

Anda kemana-mana memburu tehnik trading yang mampu konsisten, memangnya ada tehnik yang kualitasnya bagus? semua tehnik punya kelebihan dan kelemahan masing-masing, tergantung kita bisa disiplin seperti semut tidak dalam mendalami tehnik tersebut, bagaimana mengelola kelemahan tehnik dan kelebihan tehnik, sehingga menjadi holy grail kata trader yang diluaran sana.

Selain tehnik kita sendiri sebagai pelaku juga harus disiplin, baik disiplin manajemennya, disiplin cara berfikirnya, dan disiplin menghadapai market yang kejam. 

Mari belajar dan belajar, lebih disiplin lagi, sampai alam bawah sadar kita sadar. Semuanya merupakan muridnya market, jalin hubungan yang baik dengan guru kalian (market), pelajari dengan tekun..kita pasti bisa...!





0 Comments: